Bekasi Selatan, – Camat Bekasi Selatan, Karya Sukmajaya, secara langsung meninjau lokasi yang mengalami banjir di kawasan Kayuringin Timur dan Barat, Kelurahan Kayuringin Jaya, Selasa (3/2/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk tanggapan atas keluhan yang terus datang dari warga terkait genangan air yang tak kunjung selesai setiap musim hujan.
Sebelumnya, kawasan ini telah dikenal sering mengalami masalah banjir akibat kondisi Kali Alam yang tidak pernah dinormalisasi, sehingga menyebabkan sedimentasi tinggi dan penyempitan aliran akibat adanya berbagai bangunan yang tidak sesuai perencanaan.
“Selain itu, di depan gerbang perumahan Kayuringin Barat dan Timur, air selalu tergenang saat hujan dan ini sudah terjadi cukup lama,” ujar Karya saat berada di lokasi.
Menurut Karya, permasalahan genangan tersebut juga disebabkan oleh drainase yang dibuat dari lokasi banjir menuju Kali Jati (Rawa Tembaga) yang tidak sesuai dengan standar yang seharusnya. “Konstruksinya membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar kecuali jika permukaan air sudah sangat tinggi di gerbang perumahan,” jelasnya.
Perwakilan warga Perumahan Kayuringin Timur, Pras, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah RT 01, 02, 03, dan 05 RW 24 berharap segera mendapatkan solusi komprehensif. “Kejadian ini sudah lama dan belum mendapat perhatian yang optimal dari dinas terkait,” ungkap Pras.
Pras menambahkan bahwa Camat datang bersama rombongan dari kecamatan, sekretaris kelurahan Kayuringin Jaya, dan RW 24. “Camat berjanji akan segera menangani masalah dalam lingkup kewenangan kecamatan, sementara hal-hal yang menyangkut dinas terkait akan segera disampaikan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Menurut Pras, solusi yang dianggap ideal adalah pembuatan dua drainase di sisi jalan Letnan Arsad yang mengarah ke Kali Rawa Tembaga. Saat ini, hanya ada satu drainase dan bahkan sebagian area yang seharusnya memiliki saluran tidak dilengkapi dengan fasilitas yang sesuai.
Sebelumnya, Lurah Kayuringin Jaya, Ricky Suhendar, juga telah mengecek lokasi penyebab banjir sebagai tanggapan awal atas keluhan warga. Selain itu, Pemkot Bekasi juga telah menjalankan program revitalisasi Sungai Kayuringin yang ditargetkan rampung akhir 2025, sebagai upaya jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir di kawasan tersebut.
(H.M.Sulaeman)










