Deklarasi La Ode Safiul Akbar: Pemimpin Harus Menjaga Etika, Adab dan Tata Krama

Jakarta – Momentum deklarasi pencalonan La Ode Safiul Akbar sebagai calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 bukan sekadar ajang politik organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya etika, adab, dan tata krama dalam kepemimpinan.

Dalam suasana penuh semangat kebersamaan di Jakarta, La Ode Safiul Akbar menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan manajerial dan visi besar, tetapi juga wajib menjaga akhlak, menghormati senior, merangkul kader, serta menghadirkan keteladanan dalam sikap dan tindakan.
Menurutnya, organisasi sebesar Kosgoro 1957 dibangun oleh nilai pengabdian, gotong royong, dan rasa hormat antar generasi. Karena itu, kepemimpinan ke depan harus mengedepankan etika dalam berorganisasi dan menjadikan adab sebagai pondasi utama dalam mengambil keputusan.

Bacaan Lainnya

“Pemimpin yang baik bukan hanya yang mampu memerintah, tetapi yang mampu memberi contoh. Etika, adab, dan tata krama adalah cermin kualitas kepemimpinan,” ujar La Ode dalam orasinya.

La Ode Safiul Akbar juga menekankan bahwa dinamika organisasi harus dijalankan dengan semangat persaudaraan, bukan saling menjatuhkan. Ia mengajak seluruh kader Kosgoro 1957 menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, serta budaya musyawarah dan mufakat.

Deklarasi tersebut mendapat perhatian luas dari kader dan senior Kosgoro 1957. Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan pengurus daerah menjadi simbol dukungan terhadap lahirnya kepemimpinan yang santun, berintegritas, dan dekat dengan rakyat.

Dalam visi kepemimpinannya, La Ode ingin membawa Kosgoro 1957 semakin mengakar melalui penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta pembangunan karakter kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, dan kompetensi profesional.

Ia menilai, di tengah tantangan zaman dan menguatnya individualisme, organisasi harus kembali menghidupkan budaya gotong royong, sopan santun, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Jabatan hanyalah amanah. Tetapi etika dan adab adalah warisan yang akan dikenang sepanjang masa,” tutup La Ode Safiul Akbar di hadapan para kader dan simpatisan Kosgoro 1957.

Menurut WIDI MULYADI, S.Kom., SH., M.Si, sosok La Ode Safiul Akbar merupakan figur pemimpin yang memiliki karakter santun, rendah hati, dan mampu menjaga etika dalam setiap proses komunikasi organisasi maupun politik. Widi menilai La Ode bukan hanya hadir sebagai calon pemimpin, tetapi juga sebagai representasi kader yang memahami pentingnya adab dalam membangun persatuan.

“Beliau adalah sosok yang menghormati senior, dekat dengan kader muda, dan mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan serta tata krama. Dalam organisasi sebesar Kosgoro 1957, karakter seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga soliditas dan marwah organisasi,” ujar Widi Mulyadi.

Lebih lanjut, Widi menyampaikan bahwa kepemimpinan yang beretika akan melahirkan suasana organisasi yang sehat, harmonis, dan produktif. Ia berharap La Ode Safiul Akbar mampu membawa Kosgoro 1957 semakin modern tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur.

(Dian LBN)

Pos terkait

banner 468x60