Pawarta: Agus Nugroho
Cipeundeuy, KBB – Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu contoh desa mandiri yang sukses memanfaatkan Dana Desa untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Dari total anggaran Dana Desa sebesar Rp1.485.069.000, sebagian disalurkan ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Laksamana Makmur untuk mengembangkan sektor perikanan.
Saat ini, Bumdes Laksamana Makmur telah merealisasikan pembangunan enam kolam ikan nila yang sudah beroperasi. Selain itu, pembangunan kolam ikan lele tengah berjalan, dan ke depan akan dikembangkan pula budidaya ikan patin. Lokasi budidaya perikanan tersebut berdiri di atas lahan carik desa seluas tiga hektare di Kampung Margalaksana, RW 12 RT 01, Desa Margalaksana.
Sekretaris sekaligus Bendahara Bumdes menuturkan bahwa pembangunan dimulai sejak 10 Juli 2025.
“Sekarang sudah berjalan budidaya ikan nila dengan enam kolam. Pembangunan kolam ikan lele juga sedang berlangsung, dan selanjutnya kita akan coba kembangkan ikan patin,” ujarnya.
Kepala Desa Margalaksana, H. Asep Saepudin, bersama perwakilan Dinas Perikanan KBB, R. Utomo Nurhadi, ikut meninjau langsung lokasi budidaya. Asep menyebut sekitar 20 persen Dana Desa atau lebih dari Rp290 juta dialokasikan untuk program Bumdes, termasuk bioflok, penanaman jagung, serta budidaya perikanan.
“Alhamdulillah program ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,” katanya.
Sementara itu, R. Utomo Nurhadi dari Dinas Perikanan KBB menegaskan bahwa pihaknya memberikan pembinaan dan pendampingan intensif.
“Kami lakukan sosialisasi kepada anggota Bumdes. Untuk SOP, setiap kolam diisi 250 ekor bibit, total ada enam kolam. Pengecekan rutin dilakukan satu minggu sekali untuk mengukur flok dan pH air, sehingga perkembangan pakan bisa dipantau dengan baik,” jelasnya.
Asep menambahkan bahwa pihaknya menggandeng Dinas Perikanan melalui program Si Panen (Sistem Operasional Endri).
“Kami minta bimbingan agar program bioflok ini berhasil. Setiap minggu kami bersama dinas mengecek oksigen dan flok air. Kami ingin anggaran yang diberikan tidak hanya sebatas digunakan, tapi benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan adanya program ini, Desa Margalaksana diharapkan menjadi desa percontohan dalam pengelolaan Dana Desa yang produktif, khususnya di bidang perikanan dan pertanian.
Bumdes Laksamana Makmur Desa Margalaksana Jadi Percontohan Budidaya Ikan Nila dan Lele di KBB










