Cipatat, KBB – Sejumlah guru honorer di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan mahalnya biaya Medical Check Up (MCU) yang menjadi salah satu syarat wajib untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ketua Forum Guru dan Tenaga Pendidikan (Forum Guru Honorer) KBB, Riki Triadi, menyebutkan bahwa biaya MCU yang mencapai lebih dari setengah juta rupiah sangat memberatkan. Pasalnya, gaji yang diterima para guru honorer justru lebih kecil dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan.
“Teman-teman sangat keberatan atas besarnya biaya MCU yang harus dibayar, sementara gaji guru honorer tidak seberapa. Dalam situasi ini, banyak yang merasa bimbang karena di satu sisi ada kabar baik tentang pengangkatan PPPK, tapi di sisi lain terbebani dengan biaya MCU,” ujar Riki, Minggu (24/8/2025).
Ia menambahkan, beberapa guru honorer bahkan menerima gaji secara triwulanan. Ada pula yang dana BOS di sekolahnya belum cair, sehingga semakin menyulitkan mereka untuk memenuhi kewajiban pembayaran MCU.
“Kalau untuk bapak-bapak yang mengandalkan hidup dari gaji honorer, bagaimana? Sedangkan batas pendaftaran MCU hanya sampai 29 Agustus 2025,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 400.7/4272/Dinkes pada 15 Agustus 2025 yang mewajibkan MCU bagi calon PPPK.
Berdasarkan rincian resmi, biaya MCU di RSUD KBB mencapai Rp530.000 dengan perincian:
Surat keterangan sehat jasmani Rp25.000
Pemeriksaan buta warna Rp30.000
Surat keterangan sehat rohani (tes MMPI) Rp250.000
Tes bebas narkoba 3 parameter Rp150.000
Surat keterangan rohani dan bebas narkoba dari Dokter Sp.KJ Rp75.000
Sementara di Labkesmas, total biaya mencapai Rp515.000, dengan perbedaan hanya pada pemeriksaan buta warna sebesar Rp15.000.
Dengan tingginya biaya tersebut, para guru honorer berharap Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan (kalau sekarang Jeje Rachmat Ismail sesuai tulisan Anda, nanti saya bisa sesuaikan) dapat memberikan kebijakan berupa keringanan atau subsidi.
“Saya berharap Bupati Bandung Barat Jeje Rachie Ismail bisa meringankan, bahkan kalau bisa menggratiskan biaya MCU yang sangat memberatkan guru honorer,” pungkas Riki.










