Warga Desa Mandalasari Resah, Penjualan Obat Keras Golongan G Kembali Marak

Kab. Bandung Barat, 23 April 2025 – Warga Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kembali dibuat resah oleh maraknya peredaran obat keras golongan G seperti Tramadol dan Eximer yang dijual bebas di wilayah mereka, tepatnya di Kampung Pareanglio.

Menurut informasi dari salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, praktik penjualan obat terlarang tersebut dilakukan secara terbuka di sebuah rumah kosong yang diduga memiliki “bekingan kuat”. Meski aparat kepolisian beberapa kali melakukan penggerebekan, tempat tersebut hanya tutup sementara dan kembali beroperasi seperti biasa. “Warga sudah sangat geram dengan keberadaan penjual obat Tramadol tersebut,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menanggapi keluhan warga, awak media melakukan investigasi dengan menyamar sebagai pembeli. Hasilnya, dua butir Tramadol berhasil dibeli dengan harga Rp15.000—dibayar menggunakan uang pecahan Rp50.000 dan mendapat kembalian Rp35.000. Ini menunjukkan bahwa obat keras tersebut masih dijual bebas tanpa resep dokter, yang tentu saja menjadi ancaman serius bagi generasi muda di wilayah tersebut.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, seorang pria bernama Arief yang disebut sebagai koordinator lapangan justru merespons dengan nada tinggi dan menantang awak media untuk mempublikasikan temuan tersebut dan beberapa kali Arief mengatakan bahwa dia di bekingin oleh oknum Kopasus berinisial K.

Masyarakat Desa Mandalasari berharap aparat penegak hukum (APH) segera mengambil tindakan tegas terhadap peredaran obat-obatan keras seperti Tramadol, Eximer, dan Trihexyphenidyl (Trihex) yang dijual bebas tanpa izin resmi.

Sebagai informasi, penjualan bebas obat keras tanpa resep dokter melanggar Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pelaku dapat diancam hukuman pidana hingga 10 tahun penjara (Pasal 196) dan hingga 15 tahun penjara (Pasal 197).

Warga berharap tindakan nyata segera diambil sebelum semakin banyak generasi muda menjadi korban penyalahgunaan obat-obatan keras di wilayah mereka.

Pos terkait

banner 468x60