Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Rabat Beton Jalan di Desa Mandalawangi Cepat Rusak

Cipatat KBB — Proyek pembangunan jalan rabat beton di Kampung Pabuaran RT 03 RW 01, Desa Mandalawangi, Kabupaten Bandung Barat, menuai sorotan dari warga setempat. Jalan yang dibiayai melalui Dana Desa tahun anggaran 2024 senilai Rp109.133.220,- itu dilaporkan mengalami kerusakan hanya dalam waktu satu minggu setelah selesai dikerjakan.l

Jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 0,1 meter tersebut diduga mengalami pengurangan bahan baku, terutama semen. Salah satu warga Kp. Pabuaran yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas kualitas hasil pekerjaan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Setelah pembangunan selesai, kurang lebih seminggu jalan sudah mulai rusak. Mungkin kurang semen karena jalannya cepat rusak, padahal anggaran dari desa cukup besar,” ujarnya.rabu 9 April 2025

Menindaklanjuti keluhan tersebut, tim media melakukan peninjauan ke lokasi proyek yang letaknya tidak jauh dari kantor Desa Mandalawangi. Dari hasil pantauan langsung, terlihat kerusakan hampir merata di sepanjang jalan, mulai dari awal hingga akhir titik pembangunan. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pengerjaan tidak dilakukan sesuai standar teknis yang semestinya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa (Sekdes) Mandalawangi, Egi, menyatakan bahwa proyek pembangunan telah dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada.

“Pembangunan rabat beton di Kp. Pabuaran RT 03 RW 01 sudah dilaksanakan kalo gak salah sekitar bulan April atau bulan mei dan kita sudah sesuai RAB. Pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan warga RT dan RW setempat. Bahan baku pun telah disuplai sesuai perencanaan,” jelasnya.kamis,9 April 2025

Egi juga menepis dugaan adanya pengurangan material dengan menyebutkan bahwa kerusakan jalan lebih disebabkan oleh faktor alam dan kondisi tanah yang tidak stabil.

“Persoalan rusaknya jalan itu lebih kepada faktor alam dan tanah yang tidak stabil. Selain itu, proyek ini dikerjakan oleh warga setempat sendiri, jadi perlu ditanyakan kembali siapa yang mengadukan hal tersebut,” tambahnya.kamis, 9 april 2025

Saat ditanya mengenai kemungkinan perbaikan jalan pada tahun mendatang, Sekdes Egi menyampaikan bahwa tidak ada anggaran untuk perbaikan pada tahun 2025.

“Untuk tahun 2025, tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan yang rusak tersebut,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat kekecewaan warga dan memunculkan dugaan bahwa pihak desa terkesan lepas tangan terhadap kerusakan infrastruktur yang baru dibangun.

Awak media sempet menanyakan tentang tenaga ahli untuk,sekdes mengatakan di kabupaten bandung barat kekurangan tenaga ahli.

Pos terkait

banner 468x60