BANDUNG, __ Rahmat salah seorang warga kabupaten Bandung, Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang berkantor di jalan Phh. Mustofa No. 81 Cikutra Kecamatan Cibeunying Kidul Bandung, merasa kecewa dengan pelayanan dan profesionalitasnya.
Menurut Rahmat, kekecewaannya berawal saat salah satu anaknya harus masuk ke rumah sakit sekitar Mei 2023 lalu, saat dirumah sakit Rahmat mendaftarkan anaknya dengan menggunakan kartu BPJS, tapi ternyata kartunya ada tunggakan selama 3 bulan.
Tanpa pikir panjang Rahmat langsung melunasi tunggakan BPJS melalui rumah sakit tersebut, sehingga anaknya bisa ditangani dengan baik sampai pulang kembali kerumah.
Perlu diketahui, pembayaran iuran BPJS milik rahmat selama ini menggunakan siatem auto debet bank BRI tiap bulan tanggal 5.
“Saya sempat telat bayar selama 3 bulan, tidak ada pendebetan dari bank BRI, makanya saya bayar tunai tagihan BPJS saat itu melalui rumah sakit,” terangnya dihalaman kantor BPJS, Selasa (10/10/2023).
Dalam bulan yang sama Mei, Rahmat terkejut saat mendapat pemberitahuan bahwa pihak BRI mendebet sejumlah uang dari rekeningnya untuk pelunasan tagihan BPJS untuk bulan yang sama yang telah dia bayar melalui rumah sakit.
Mengetahui hal itu, Rahmat langsung meluncur ke kantor Bank BRI Ujung Berung untuk minta larifikasi, tapi pihak BRI malah menyarankan Rahmat untuk menanyakan hal tersebut ke pihak BPJS.
Sesampai di kantor BPJS, dengan entengnya petugas menyarankan untuk membiarkan uang tersebut mengendap sebagai saldo tagihan BPJS selama tiga bulan ke depan.
“Saya ingin tarik uang itu, tapi pihak BPJS mengatakan tidak bisa, dan menyarankan untuk membiarkan saja sebagai saldo tagihan bulan berikutnya,” jelasnya.
Karena tidak mau repot, Rahmatpun menyerah dan mengiklaskan uang tersebut ada di BPJS, padahal dia sendiri sangat memerlukan uang tersebut.
“Pihak BPJS menyarankan saya agar menutup auto debet dari Bank BRI karena menurutnya BRI memang sering bermasalah, dan menawarkan saya untuk pindah ke Gopay saja, dan saya setuju yang akhirnya diproses saat itu juga,” tambahnya.
Beberapa bulan kemudian sekitar hari Jumat, (6/10/2023), anehnya bank BRI ternyata masih bisa melakukan auto debet pada tagihan BPJS Rahmat, selama satu bulan, saat dikonfirmasi oleh Rahmat, kembali pihak BRI lempar tanggung jawab dengan menyarankan Rahmat datang ke kantor BPJS.
Akhirnya Rahmat didampingi awak media www.infojalanan.com mendatangi kantor BPJS dijalan Phh. Mustofa, untuk mendapatkan klarifikasi terkait masalah tersebut.
Pertama masuk ke lobi gedung awak media mengenalkan diri pada salah satu security cowo dan menyampaikan untuk bisa dipertemukan dengan bagian humas guna kepentingan berita yang akan ditayangkan.
Selanjutnya security tersebut mempersilahkan awak media untuk menemui security lain (cewe) yang ada didalam gedung depan pelayanan.
“Silahkan pak masuk ke dalam dan temui security tersebut, nanti bapak akan diarahkan,” ujarnya.
Awak media menemui security cewe itu dan mejelaskan maksudnya untuk ketemu humas guna kepentingan konfirmasi berita.
“Kalau bagian humas sudah ngak ada pak, ada juga bagian umum dilantai 2 bapak bisa kesana,” katanya sambil menunjuk arah tangga.
meski sedikit kesal, awak media masih menuruti arahan security tersebut, sesampai di lantai 2, ada meja recepcionist yang dijaga seorang cewe, setelah menjelskan maksud kami, lalu receptionist tersebut mengajak kami kembali turun ke lantai 1.
Awak media makin kesal karena merasa dipermainkan naik turun, terlebih saat di lantai 1 ternyata ditemukan kembali dengan security yang cewe tadi, karena emosi awak media sempat berkata dengan nada tinggi.
“Kenapa kami diperlakukan kayak anak idiot? bolak balik gak jelas, kami mau ketemu pejabat yang berkomimen untuk memberikan tanggapan yang akan kami klarifikasi, kalian siapa? apa kalian punya wewenang mewakili jawaban dari perusahaan?,” ujar awak media dengan nada tinggi
Tanpa rasa berdosa dan diduga kurangnya pihak manajemen BPJS dalam memberikan pengarahan tentang tupoksi security, mereka malah menyuruh kami mengambil nomer antrian.
Dengan perasaan kesal awak media segera keluar dari.gedung BPJS agar tidak terbawa emosi, tapi kami tidak akan berhenti untuk terus mendalami kasus yang ada di BPJS terkait permasalahan warga yang dipersulit.










