Jakarta, 16 April 2026 — Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan segera. Menyadari hal tersebut, UPTD Puskesmas wilayah Kecamatan Pulogadung menggerakkan warga melalui pembinaan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di lingkungan RT 12/RW 18, Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur, pada Rabu (16/4).
Dalam kegiatan ini, warga dibekali pengetahuan mengenai metode pencegahan utama yang dikenal sebagai gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang, serta berbagai upaya tambahan.
– Menguras berarti membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi atau toren secara rutin hingga dindingnya digosok untuk membuang telur nyamuk yang menempel, terutama saat musim pancaroba.
– Menutup dilakukan dengan menutup rapat wadah air atau mengubur barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk.
– Mendaur Ulang mengajak warga memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak menumpuk dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Sementara itu, unsur “Plus” mencakup beragam langkah pendukung seperti memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa di ventilasi, hingga menanam tanaman pengusir nyamuk. Selain itu, gotong royong membersihkan lingkungan dan pengecekan berkala juga menjadi kunci keberhasilan.
Bapak Soleh, Ketua RT 12, menyampaikan bahwa peserta yang dibina sebagian besar merupakan kader Posyandu di lingkungan tersebut. Para kader ini bertindak sebagai tenaga sukarelawan yang bertanggung jawab memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan sekitarnya.
“Para kader Jumantik ini memiliki tugas penting, mulai dari menyusun jadwal kunjungan ke rumah warga dan fasilitas umum, melakukan pemeriksaan langsung, hingga membuat catatan hasil pemeriksaan,” ujar Bapak Soleh.
Hasil pemantauan tersebut kemudian direkapitulasi dan dilaporkan kepada pihak kelurahan maupun Puskesmas secara rutin setiap minggu. Selain itu, para kader juga bertugas menyampaikan penyuluhan kepada warga serta menjadi penggerak agar masyarakat mau menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Bersama tim Jumantik dan perangkat lingkungan, mereka juga melakukan pemantauan wilayah serta pemetaan kondisi kebersihan di setiap ruas jalan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran warga semakin meningkat. Kegiatan ini mengusung semangat bahwa DBD Dapat Dicegah dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan 3M Plus demi mewujudkan semboyan Lingkungan Bersih, Keluarga Sehat.
#DBD DAPAT DI CEGAH
#AYO KITA LAKSANAKAN 3 M PLUS
.#LINGKUNGAN BERSIH KELUARGA SEHAT
(Dian / LBN)










