Kualuh Hulu, Sumatera Utara – Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kualuh Hulu yang dikelola secara swakelola oleh Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab diduga dilakukan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Kondisi bangunan terlihat rentan dan menjadi kekhawatiran bisa ambruk sewaktu-waktu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah warga menyatakan bahwa proses pembangunan diduga tidak memenuhi standar, sehingga menghasilkan bangunan yang kurang berkualitas. Selain itu, juga muncul dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pembangunan.
Kepala Sekolah SMKN 1 Kualuh Hulu, Eva Saragih, memilih tidak memberikan klarifikasi ketika dikonfirmasi awak media terkait kondisi bangunan dan dugaan penyimpangan tersebut.
Tak hanya itu, awak media juga mendapatkan informasi dari seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengenai pengutipan biaya. Menurutnya, selama satu tahun terakhir pihak sekolah telah mengumpulkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) serta uang seragam praktek sebesar Rp 270.000 per siswa tanpa adanya kejelasan terkait penggunaannya.
Demi keadilan dan keselamatan siswa serta masyarakat, pihak media mengajak Aparatur Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait untuk segera melakukan penyelidikan mendalam. Apabila terbukti adanya penyimpangan, diharapkan proses hukum dapat berjalan secara adil dan objektif.










