Semarang, 15 Maret 2025 – Gus Leman, dalam konferensi pers di kediamannya di Jl. Villa Aster II Blok P No 6, Banyumanik, Semarang, Sabtu (15/3), mengumumkan pendirian partai politik baru bernama Partai Bantuan Hukum Untuk Rakyat (PBHUR). Keputusan ini diambil, menurut Gus Leman, karena kejenuhannya terhadap penegakan hukum di Indonesia dan keinginannya yang kuat untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat.
“Saya terpaksa mendirikan parpol, tidak ada jalan lain,” tegas Gus Leman. Ia menekankan bahwa langkah ini dilandasi oleh niat tulus untuk membantu rakyat mendapatkan keadilan hukum, bukan ambisi politik atau materi. Gus Leman mengaku mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak yang memahami komitmennya ini.
Kekecewaan Gus Leman terhadap sistem penegakan hukum tampak jelas dalam pernyataannya. Meskipun mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap keadilan bagi rakyat kecil, ia mengaku kesulitan bertemu dengan Presiden, bahkan setelah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
“Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar mencabut nyawa saya atau menunjukkan jalan agar saya bisa menolong umat,” ungkap Gus Leman dengan nada khusyuk. Ia bahkan bersumpah, jika tujuan hidupnya bukan untuk keadilan dan kesejahteraan umat, ia rela matanya dibutakan. “Hidup ini hanyalah ilusi. Jika hidup saya di dunia ini tidak bisa menolong umat, untuk apa saya hidup?” tambahnya.
Gus Leman mengakui pengaruh besar dari gurunya, Mbah Harno Raga Jati, dalam pembentukan karakter dan pemikirannya. “Saya dibentuk oleh Mbah Harno. Ilmu andalannya Mbah Harno jatuh kepada saya, jadi saya takut berbuat dosa,” ujarnya. Ia pun mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar selalu berbuat baik untuk rakyat Indonesia.
Langkah Gus Leman ini menarik perhatian publik dan memicu beragam reaksi. Pendirian partai politik sebagai jalur perjuangan untuk keadilan hukum menjadi sorotan, mengingat kompleksitas dan tantangan yang akan dihadapi dalam sistem politik Indonesia. Apakah PBHUR dapat menjadi wadah efektif untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan mewujudkan keadilan hukum yang lebih baik, akan menjadi tantangan tersendiri bagi Gus Leman dan partai barunya.
(Vio Sari)










